“Aku mencintainya namun angin hanya membawa senyumnya padaku, Aku menginginkannya namun mentari hanya memberi kehangatannya sebagai kawan. Aku merindukannya seperti laila yang tak sanggup lagi bernafas karna kehilangan majnun” Aku berusaha mendengar suara angin ditengah hiruk pikuk mereka, namun bukan angin yang kudengar tetapi suaranya yang sempat berkali-kali menggetarkan hatiku. Aku ingin tetap terpejam menunggu sebuah kepastian yang takkan pernah tiba, yah karna angin tak berhembus diruang sempit ini dan bukan karna aku ingin terus menanti suara angin, hanya saja aku sedang tak ingin memandang matanya dan melihat senyum itu, senyum yang melelahkan hati dan mata yang tajam menghujam, senyummu yang tanpa kusadari membuatku jatuh untuk pertama kali. Sayup-sayup kudengar suara lain yang menyapamu “sayang...” dan kemudian berlanjut dengan sebuah teguran padaku “Cinta ..?!” aku segera membuka mata dan melempar senyum untuk pemilik suara cantik itu, ia yang telah bergelanyut manja dileng...
Konsep jejak kaki ekologis diperkenalkan pada tahun 1990-an oleh Wiliam Rees dan Mathis Wackernagel (Wackernagel and Ress, 1996). Konsep yang dikemukakan oleh dua orang tersebut bekerja sebagai alat ukur yang mengkaji tingkat konsumsi manusia dan dampaknya terhadap lingkungan. Seperti yang telah diketahui Tapak ekologi ini merupakan konsep untuk mencermati pengaruh manusia terhadap cadangan dan daya dukung bumi. Memahami tapak ekologi memungkinkan untuk melihat seberapa besar kekayaan alam (renewable) yang masih tersisa, dan seberapa besar pengaruh konsusmsi manusia terhadapa ketersediaannya. Pada adasarnya tapak ekologi ini merupakan suatu perangkat untuk melihat, mengetahui dan menganalisis suatu kegiatan manusia di bumi sehingga dapat mengukur dan mengkomunikasikan dampak pemanfaatan sumberdaya pada setiap lingkungan yang berkaitan di bumi. Melihat tapak ekologi memaksa kita untuk melihat kemampuan lingkungan pula, karena keduanya saling berkaitan. Kemampuan/daya dukung ling...