EMPAT JENIS TUMBUHAN ENERGI YANG BANYAK DITEMUKAN
Krisis bahan bakar akibat terus menipisnya persediaan
minyak bumi diperkirakan akan terus terjadi. Lonjakan harga minyak akan semakin
drastis dan akan menyebabkan berbagai krisis lainnya. Hal ini menarik sebagian
pemikir di seluruh dunia untuk menemukan solusi yang cukup berarti, meskipun
hingga saat ini belum benar-benar ditemukan pengganti minyak bumi yang diakui
dan dimanfaatkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Biofuel_ bahan bakar nabati berbasis tumbuh-tumbuhan,
merupakan solusi yang sudah cukup lama dicetuskan atau telah dimanfaatkan sejak
zaman dahulu meskipun saat ini belum benar-benar menggantikan kebutuhan minyak bumi
berbasis bahan bakar bagi kehidupan sehari-hari, hingga saat ini Biofuel masih digunakan dalam skala
industri dengan presentasi yang kecil.
Dengan mulai megupayakan bahan bakar nabati, pada dasarnya
kita juga mulai mendongkrak kemajuan pertanian indonesia sendiri dengan mulai
melibatkan petani dan pengolah tanah lokal. Karena memang sudah seharusnya
mereka menjadi penerima manfaat utama dari kegiatan pembudidayaan tanaman yang
menjadi basis Biofuel. Dari sekian
banyak tanaman yang dapat dipergunakan sebagai bahan Biofuel, 4 diantaranya telah diakui oleh pemerintah secara resmi,
berikut adalah penjelasan singkat tentang tanaman-tanaman tersebut.
Jarak Pagar (Jatropha curcas)
Jarak pagar termasuk tanaman yang tidak memerlukan banyak
perawatan atau air , tanaman jarak pagar dapat beradaptasi pada daerah bercurah
hujan rendah, namun akan tumbuh dengan baik pada kisaran CH 200-1500 mm/tahun.
Tanaman ini dapat hidup di dataran tinggi maupun rendah berkisar 300-1000 mdpl.
Tanaman jarak pagar dapat dipanen secara optimal pada usia 5 tahun dengan
perkiraan hasil pertahun 5 kg biji jarak per pohonnya. Tanaman jarak pagar
dapat bertahan hidup hingga 50 tahun.
Hingga saat ini jarak pagar telah banyak dimanfaatkan
masyarakat sekitar. Masyarakat_ terutama yang hidup di pedesaan banyak yang
memanfaatkan biji-biji keringnya sebagai bahan bakar langsung. Ekstraksi
biji-biji jarak kering akan menghasilkan minyak yang berguna bagi industri,
diantaranya adalah kosmetik, obat, sabun, cat,dan kertas. Selain itu minyak
biji jarak tersebut masih dapa diolah lebih lanjut menjadi bahan bakar cair Biodiesel yang memiliki lebih banyak
keunggulan dibanding minyak fosil yang biasa kita gunakan.
Keunggulan minyak biji jarak antara lain:
- Ø Ramah lingkungan karena nilai emisi yang lebih rendah.
- Ø Efisiensi pembakaran lebih tinggi dengan cetane-number > 57.
- Ø Bersifat seperti pelumas dan dapat terurai.
- Ø Merupakan energi terbarukan karena tanaman penghasil terus ditumbuhkan.
- Ø Meningkatkan independensi bahan bakar karena dapat diproduksi secara lokal.
- Selain itu berikut adalah keunggulan jarak pagar sebagai tenaman penghasil energi:
- Ø Mudah ditanam dan dibudidayakan.
- Ø Tidak menyebabkan persaingan dengan tumbuhan pangan.
- Ø Dapat dimanfaatkan sebagai tanaman reboisasi.
- Ø Mampu menahan gejala erosi.
- Ø Mampu berperilaku sebagai stabilisator lahan yang artinya tanaman jarak pagar dapat menyimpan air disekitar tanaman ketika musim hujan, dan memanfaatkannya ketika kemarau sebagai proses penghijauan.
- Ø Menhidupkan kembali perekonomian pedesaan.
Jarak pagar dapat diproses untuk
menghasilkan produk minyak Biodiesel dan Biobriket. Biodiesel secra prinsip
dihasilkan dari proses transesterifikasi minyak atau lemak dengan alkohol.
Kelapa Sawit (Elaeis gueneensis)
Tanaman kelapa sawit merupakan jenis tanaman yang membutuhkan penyinaran yang normal dimana lama penyinaran matahari yang baik untuk kelapa sawit antara 5-7 jam/hari. kelapa sawit akan berbuah lebih banyak di daerah dengan curah hujan yang tinggi, antara 1500-4000 mm. habitat asli tanaman kelapa sawit merupakan semak belukar, sehingga budidayanya banyak dilakukan pada lahan gambut.
Kandungan minyak kelapa sawit
adalah yang tertinggi dibanding tanaman-tanaman penghasil minyak lainnya.
Kelapa sawit yang diolah menjadi biodiesel dapat menhasilkan 5.950 liter
minyak/ha/tahun, sedangkan jarak pagar hanya berkisar 1.892 liter/ha/tahun.
Produk turunan kelapa sawit yang dapat dimanfaatkan sebagai biodiesel adalah Crude palm oil yang merupakan hasil
olahan daging buah kelapa sawit. Selain sebagai biodiesel kelapa sawit dapat
diolah sebagai bahan makanan seperti minyak goreng dan margarin maupun
produk-produk industri kimia seperti sabun dan detergen.
Produk biodiesel dari kelapa
sawit juga memiliki keunggulan yang sama seperti poin sebelumnya. Keunggulan
minyak biji jarak. Hingga tahun 2015 diperkirakan perluasan lahan kelapa
sawit nasional mencapai 4 juta ha. Selain itu dengan adanya perluasan lahan
yang umumnya dilakukan dengan cara pembakaran hutan menyebabkan terjadinya
kontroversi berkaitan dengan produksi biodiesel berbasis kelapa sawit. Beberapa
negara meganggap pembukaan lahan sawit dengan cara membakar hutan merupakan
tindakan yang merusak lingkungan. Tidak ada hal yang benar-benar sempurna
ketika di tempa oleh tangan-tangan manusia yang merupakan ciptaan-Nya.
Tebu (Saccharum officinarum)
Tebu merupakan tanaman utama
penghasil gula di indonesia. Dalam hal produksi biofuel, tebu dikaitkan dengan
bahan yang dapat dimanfaatkan sebagai bioetanol, berbeda dengan jarak pagar dan
kelapa sawit yang menjadi bahan dasar biodiesel. Pada dasarnya bioetanol
merupakan etanol yang dapat diproduksi dengan biomassa tanaman yang menggandung
komponen pati atau selulosa, yang dapat diperoleh dari tanaman tertentu
diantaranya adalah tebu dan singkong.
Produksi bioetanol dari tebu
secara ekonomis juga termasuk yang termurah dibanding dengan tumbuhan lainnya.
Bahkan beberapa negara/industri telah mampu mandiri dalam hal pemenuhan tenaga
listrik dengan menggunakan bioetanol tebu, di Brasilia contohnya. Proses
produksi bioetanol dilakukan dengan fermentasi bahan yang mengandung gula yang
diolah menjadi etanol dan gas karbondioksida sebelum mengalami pemurnian.
Singkong (Manihot esculenta)
Tanaman Singkong identik dengan
hasil tepungnya yang dikenal dengan tepung tapioka yang banyak dimanfaatkan
dalam industri pangan dan alkohol, gasohol serta bioetaol. Tanaman singkong
dapat dikembangkan secara besar-besaran untuk produksi bioetanol karena
pemelihraannya cukup mudah. Bahkan untuk meningkatkan produksinya tanaman
singkong dapat ditanam dengan cara tumpang sari maupun dengan kerapatan yang
tinggi selain dapat meningkatkan produksi juga dapat menghambat pertumbuhan
gulma.
Pembudidayaan singkong sebagai
salah satu tanaman penghasil biofuel yang diakui secara resmi dianjurkan agar
memilih varietas singkong unggul dengan ciri-ciri:
- Ø Berkadar pati tinggi
- Ø Potensi hasil panen tinggi.
- Ø Tahan cekaman biotik dan abiotik.
- Ø Fleksibel dalam usaha tani maupun umur panen.
Guna terus meningkatkan minat
masyarakat dalam usaha pembudidayaan singkong beberapa ahli bioetanol menyarankan
untuk melakukan pengintegrasian usaha produksi bioetanol ubi kayu dengan usaha
peternakan kambing atau sapi.
Tulisan diatas berdasarkan sebuah buku
- biodiesel merupakan bahan bakar berbasis tumbuh-tumbuhan yang dapat diperbaharui
- biosolar merupakan hasil campuran antar 95% solar berbasis fosil hasil kilang minyak tradisional (eks: balongan) dengan 5% biodiesel (FSME: Fatty acid methyl ester).
- bioetanol adalah etanol yang berasal dari biomassa yang mengandung pati atau selulosa,
- biobriket ialah kumpulan sisa-sisa tanaman,pengolahan lahan pertanian atau kehutanan yang masih memiliki nilai kalori meskipun inti sarinya telah diolah sebelumnya guna diproses sebagai produk-produk biofuel seperti biodiesel/bioetanol, biasa dimanfaatkan sebagai pengganti batu-bata dalam proses pembakaran.
- Biomassa dalam industri produksi energi, merujuk pada bahan biologis yang hidup atau baru mati yang dapat digunakan sebagai sumber bahan bakar atau untuk produksi industrial
Comments
Post a Comment