Skip to main content

SAAT HATI BICARA : Yang Pertama Untuk Cinta

“Aku mencintainya namun angin hanya membawa senyumnya padaku, Aku menginginkannya namun mentari hanya memberi kehangatannya sebagai kawan. Aku merindukannya seperti laila yang tak sanggup lagi bernafas karna kehilangan majnun”

Aku berusaha mendengar suara angin ditengah hiruk pikuk mereka, namun bukan angin yang kudengar tetapi suaranya yang sempat berkali-kali menggetarkan hatiku. Aku ingin tetap terpejam menunggu sebuah kepastian yang takkan pernah tiba, yah karna angin tak berhembus diruang sempit ini dan bukan karna aku ingin terus menanti suara angin, hanya saja aku sedang tak ingin memandang matanya dan melihat senyum itu, senyum yang melelahkan hati dan mata yang tajam menghujam, senyummu yang tanpa kusadari membuatku jatuh untuk pertama kali. Sayup-sayup kudengar suara lain yang menyapamu “sayang...” dan kemudian berlanjut dengan sebuah teguran padaku “Cinta ..?!” aku segera membuka mata dan melempar senyum untuk pemilik suara cantik itu, ia yang telah bergelanyut manja dilenganmu, membuat separuh hatiku menggigil. “ke kantin yuk sayang ?, Nta ikutan yuk !”  suara gadis cantik yang terus bergelayut dilenganmu... kamu tau seberapa keras aku berusaha tersenyum dan bicara “ gak deh sarah.....” sepotong kalimat yang tak pernah selesai karna kamu telah menarikku kesisi lain lenganmu dan membawaku pergi dari  ruang kelas sempit yang terlalu sesak itu. Kamu terus berbicara dengan ku tanpa menharapkan jawaban membuatku semakin diam “kamu Nta!, pagi-pagi uda maen merem aja di kelas, mana dipanggil-panggil gak ada respon lagi, kamu tau uda berapa menit aku teriak-teriak depan meja kamu tadi..... dan blablabla....” aku diam karna aku telah merasa bahagia jauh didalam hatiku hanya dengan mendengar semua itu, seperti sarah yang hanya bisa tersenyum melihatmu, aku hanya bisa tersenyum sedih melihat sarah yang seakan memberiku isyarat untuk pergi dari tengah kalian.
Sarah, kamu mencintainya sedang aku, kamu mengatakan aku menyenangkan selalu tersenyum padamu dan tak banyak bicara, kamu katakan kita bisa hanya diam tanpa berbicara satu sama lain dan tetap merasa nyaman bersama. Sedang dengan sarah, kau mengatakan ia manis, agresif dan selalu memberi apa yang tidak kamu minta. Aku tersenyum kecut sambil menatap jauh keluar jenNtaa kelas, dan kamu mengusap kepalaku dengan sdikit kasar membuat mereka berantakan, itu seperti sebuah pengakuan yang tak terucap , seperti sebuah ungkapan “aku tau itu salah” darimu. Hari itu kamu meninggalkanku tanpa mengucap perpisahan.... lebih tepatnya kita tak saling mengucapkan perpisahan.
*****
Hidup baruku datang menghampiri, dengan wajah-wajah baru menghiasinya, tak ada kamu dan tak ada sarah. Untuk sementara aku berhenti mengisi hatiku dengan kapsul cintamu, dan berganti dengan kesibukan lain, kesibukan menyesuaikan diri dan berlari mengejar waktu dan menata hati yang semakin mabuk oleh cintaku padamu. Berhenti mengenang pandangan benci sarah yang seiring waktu mulai melunak padaku dan mulai banyak berbincang, hingga terkadang banyak perbincangan membuatku merasa muak padamu. Mei berlalu dengan tenang, meski juni menjadi sunyi karna merindu kampung halaman, lalu juli kembali ramai dengan berbagai kabar dari kawan kelas sesekali membahasmu dan sarah yang sedang dalam masa kritis, aku hanya diam dan berganti topik dengan berbagai hal hingga kepulanganku. Aku datang ke ibu kota jawa timur hanya untuk belajar hidup mandiri dan bersenang-senang mengisi liburan dan akan segera kembali menapaki langit-langit jakarta yang kusam berhias asap industri.
*****
Hari itu hujan mengguyur Surabaya, aku hanya diam di balkon rumah bibiku sambil membaca beberapa koleksi buku yang sengaja ku bawa, namun seperti sebuah mimpi di tengah hujan, kamu melambaikan tanganmu padaku dari teras rumah bibiku dengan senyum ceria yang diam-diam kurindukan “bagaimana bisa..?” tanyaku yang masih tak percaya kamu datang. Aku turun menyambar payung dan berlari keluar rumah, menarikmu menjauh dari rumah bibiku. “hehe, aku putus sama Sarah” itu kata pertama yang kamu ucapkan padaku. Kita kembali berbagi cerita dalam hujan, aku bercerita bertemu banyak orang baru dan kamu bercerita berganti banyak kekasih dari sarah yang menangis setelah kamu melempar jaket didepan mukanya dan kamu pergi bergandengan tangan dengan teman sekelas kita Neni, hingga berganti pada junior di sekolah kita chika, tapi disana dimatamu kamu masih menyisahkan banyak cinta untuk Sarah. Lalu tanpa kusadari setiap kata meluncur bagai hujan menghampiri “kamu brengsek, begitu sekarang kamu bahagia ?, kamu hanya mengunyah mereka seperti permen karet. Setelah kamu bosan karna tak menemukan pengganti sarah, kamu membuang mereka”. Air mataku jatuh mengikuti alur, turut bersedih untuk setiap kekecewaan yang telah timbul karna kebodohan seorang yang kucintai. Aku meninggalkannya ditengah hujan dengan sebuah payung “aku pergi, kita akan kembali besok, maaf tak bisa membawamu kerumah”.
*****
Kereta yang kami tumpangi melaju menembus angin dan hujan tanpa kenal lelah, sedang kami hanya sanggup diam dalam kesunyian, tak saling menyapa, dan akhirnya tertidur. Aku terbangun dengan posisi kepalaku dipundaknya, dia menyapaku dengan senyum dan kalimat “selamat pagi dan selamat datang kembali”. Aku tetap diam, seolah hanya menganggapnya tak ada, dibalik hatiku aku merasakan rasa sakit dan semakin mempercepat langkahku setelah turun dari kereta. “kamu kenapa sih??!!” saat itu kudengar dia berteriak padaku untuk pertama kali “kalo kamu marah, marah aja seperti kemaren , kata-katain aku, pukul aku, jangan terlalu diemin aku” dia terus berteriak hingga kurasakan tangannya menggenggam tanganku sangat erat “ kamu tau aku masih sangat mencintai Sarah, aku memang egois, tapi apa ini?, saat aku ingin kembali pada Sarah dia telah menemukan orang lain yang mungkin lebih baik dariku, Sarah akan menikah” setiap kalimat meluncur dari bibirnya hingga semakin melirih, kalimat terakhir yang ia ucapkan membuat mataku terbelalak, dan membuat matanya terpejam dengan kepala menegadah ke langit-langit stasiun yang ramai. Perlahan genggaman tangannya terlepas dari tanganku dan kami berjalan dengan pikiran masing-masing.
*****
Aku tak pernah mengerti seperti apa cinta yang ia miliki untuk Sarah tetapi terkadang itu membuatku ingin merasakan hal yang ia berikan untuk sarah, aku hanya ingin menyerah padamu dan mencari seseorang yang bukan hanya menganggapku teman tetapi juga mengenggapku seorang yang perlu dikasihi seperti Sarah. Meski aku takkan mencarinya saat ini, tetapi nanti aku akan menemukan orang seperti itu, orang yang tidak hanya akan memegang tanganku dengan wanita lain disisinya tetapi sesorang yang akan memegang tanganku dan memeberikan hatinya untukku. Itu janjiku saat kemudian aku memegang tanganmu dan memelukmu untuk memberi kehangatan pada hatimu yang sedang berhenti di Sarah.
“yok kutemani ke akadnya Sarah” kataku selanjutnya sambil mulai memencet nomer di hp ku. Kali ini kuputuskan untuk mengajak Andre, kekasih sekaligus sumber semangat baruku. Sudah lama kuputuskan untuk hanya menjadikan kamu sebagai cintaku yang pertama meski tak pernah menjadi nyata.

Comments

Popular posts from this blog

ENERGI TERBARUKAN (Solusi Ramah Lingkungan bagi Pemanasan Global yang terus diusahakan)

EMPAT JENIS TUMBUHAN ENERGI YANG BANYAK DITEMUKAN Krisis bahan bakar akibat terus menipisnya persediaan minyak bumi diperkirakan akan terus terjadi. Lonjakan harga minyak akan semakin drastis dan akan menyebabkan berbagai krisis lainnya. Hal ini menarik sebagian pemikir di seluruh dunia untuk menemukan solusi yang cukup berarti, meskipun hingga saat ini belum benar-benar ditemukan pengganti minyak bumi yang diakui dan dimanfaatkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Biofuel_ bahan bakar nabati berbasis tumbuh-tumbuhan, merupakan solusi yang sudah cukup lama dicetuskan atau telah dimanfaatkan sejak zaman dahulu meskipun saat ini belum benar-benar menggantikan kebutuhan minyak bumi berbasis bahan bakar bagi kehidupan sehari-hari, hingga saat ini Biofuel masih digunakan dalam skala industri dengan presentasi yang kecil. Dengan mulai megupayakan bahan bakar nabati, pada dasarnya kita juga mulai mendongkrak kemajuan pertanian indonesia sendiri dengan mulai melibatkan petani d...

BABY STEPS INTO GIANT STRIDE

Payangan - Jember Judul ini saya petik dari anime yang saya tonton selama berbulan-bulan, maklum episodenya banyak. Saya 23 tahun, sudakah pantas dipanggil wanita? Saya rasa belum. Tapi saya pastikan terus berusaha hingga layak memperoleh gelar wanita. Menjadi seoang wanita artinya kamu sedang melakukan perjalanan karenanya setiap wanita harus yakin bahwa “a baby steps will become giant stride someday”. Suatu hari langkah-langkah kecil yang diibaratkan seperi baby steps akan berubah menjadi sangat mengena bak jejak raksasa, terutama bagi diri kita. Pengalaman yang tanpa sengaja kamu lalui atau dengan sengaja kamu pilih akan membawamu menjadi wanita terhebat bagi dirimu tentunya. Adakalanya kamu akan menangis sendiri di kamar yang gelap, dan esoknya tersenyum dengan bangga diantara rekan kerja. Adakalanya kamu akan sangat lelah mengurus rumah meski masih dengan ceria menyambut kedatang yang tercinta. Suatu hari kamu hanya ingin tertawa bebas tanpa dipandang aneh atau jelek ...