![]() |
| Payangan - Jember |
Judul ini saya petik dari anime yang saya tonton selama berbulan-bulan, maklum episodenya banyak. Saya 23 tahun, sudakah pantas dipanggil wanita? Saya rasa belum. Tapi saya pastikan terus berusaha hingga layak memperoleh gelar wanita. Menjadi seoang wanita artinya kamu sedang melakukan perjalanan karenanya setiap wanita harus yakin bahwa “a baby steps will become giant stride someday”. Suatu hari langkah-langkah kecil yang diibaratkan seperi baby steps akan berubah menjadi sangat mengena bak jejak raksasa, terutama bagi diri kita.
Pengalaman yang tanpa sengaja kamu lalui atau dengan sengaja
kamu pilih akan membawamu menjadi wanita terhebat bagi dirimu tentunya.
Adakalanya kamu akan menangis sendiri di kamar yang gelap, dan esoknya
tersenyum dengan bangga diantara rekan kerja. Adakalanya kamu akan sangat lelah
mengurus rumah meski masih dengan ceria menyambut kedatang yang tercinta. Suatu
hari kamu hanya ingin tertawa bebas tanpa dipandang aneh atau jelek dan kamu
hanya berlari hingga nafas terengah.
Karena kamu wanita, kamu selalu diatur begini-begitu, jadi
ini-itu, dan blablabla. Just wake up!, lakukan saja seperti yang mereka mau,
tapi ketika tiba saatnya kamu ingin mengambil langkah jagan pernah ragu. Karena
menjadi wanita adalah mengemban tanggungjawab yang tak bisa di capai oleh ia
yang tak tangguh. Karena menjadi wanita artinya kamu menjadi ibu dari apa yang
ingin kamu genggam.
Wanita bagi saya adalah seorang ibu, it isn’t just a gender
which one defined by she or her. Seorang wanita adalah kader ibu-ibu, bagi saya
kamu harus menjadi seorang ibu baru bisa dipanggil wanita. Kamu bisa menjadi
wanita dengan menjadi ibu bagi murid-muridmu, ibu yang mengajarkan mereka
tentang dunia yang lebih luas dengan kebanggaan dan senyum tanpa meninggalkan
pekerti. Kamu bebas menjadi ibu bagi bumi pertiwi dengan memberikan sentuhan
agar bumi tak gersang karna sudah bosan dikuras, karena kamu adalah wanita yang
paham masa depan bumi adalah masa depanmu juga. Kamu menjadi wanita ketika
dengan cekatan dan ketekunan menjahit tiap helai kain menjadi pakain yang
menghantarkan senyum pada mereka yang berkenan, karena kamu adalah ibu bagi
karyamu. Kamu adalah wanita ketika dengan ikhlas memberikan sentuhan dengan
jiwa pada hal yang bahkan tampak sepele dipandang mata. Karena hal besar selalu
berawal dari kita, karena ibu tak pernah melupakan cinta dan seorang wanita
pantas memiliki jiwa kesatria dalam tubuh jelita.

Comments
Post a Comment