Mereka segalanya, tapi kenapa begitu sulit menggenggamnya... TERUNTUK AYAH. . . Bisakah kukatakan maaf? Karna tak pernah menjadi anak yang membanggakan Kita memang tak saling bicara, tapi selalu meninggalkan makna Aku menolak bicara, kana takut tampak lemah Bolehkah aku membenci. . . Diriku yang rapuh didekatmu Ribuan airmata yang menetes Menggantikan sepatah rasa yang terucap Ingin kukatakan lelah Mengapa mata yang memerah Ingin kurangkul engkau Tapi hanya bau pecimu yang terasa Ingin kusentuh tanganmu Namun jemariku hanya berakhir nelangsa Ayah ingin kukatakan rindu Namun hanya berakhir lewat Ibu. . . UNTUK IBUKU TERCINTA Wahai ibu kukatakan padamu lewat goresan tinta ini Dengan tinta airmata cinta Yang tak pernah sampai padamu. . . Dengan kerendahan hati ingin kucium kakaimu Sungguh, ingin sekali kembali kubenamkan kepala dipangkuanmu Ya, seperti dulu. ....
Catatan makhluk super bimbang, tetang hidup yang kuat atau menjadi lebih kuat, tentang wanita-wanita yang berusaha menjadi super